}

SAAT ISRA MI'RAJ, RASULULLAH BERHENTI KARENA MENCIUM BAU KUBURAN INI

 Temukan 16 ide Batu batu indah dan lukisan batu | gambar yang indah, wallpaper bunga indah, wallpaper bunga, dan lainnya

Malam itu bukan malam biasa. Rasulullah ﷺ sedang diperjalankan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha. Kecepatan melebihi cahaya.

Tiba-tiba di tengah kegelapan, beliau mencium sebuah aroma. Bukan wangi bunga surga. Tapi wangi dari dalam tanah. Wangi yang sangat kuat, menusuk, wangi misik murni.

Rasulullah bertanya kepada Jibril: "Wahai Jibril, wangi apa yang sangat harum ini?"

Jibril menjawab: "Itu adalah wangi dari kuburan Masyithah, tukang sisir anak Fir'aun, dan anak-anaknya."

Padahal Masyithah telah wafat 3000 tahun sebelum malam itu. Tapi bau jasadnya masih hidup.


~ PROLOG : WANITA MISKIN DI TENGAH ISTANA TERMEGAH DI DUNIA

Siapa Masyithah ? 
Ia bukan ratu. 
Ia bukan putri. 
Ia hanyalah seorang budak wanita. Tugasnya hanya satu: menyisir rambut putri Fir'aun.

Di istana yang penuh dengan emas, ia adalah wanita paling miskin. Tidak ada yang mengenalnya. Tapi di langit, namanya sangat terkenal.

Karena di dalam istana yang semua orang menyembah Fir'aun, ia sendirian menyembah Allah.

~ BAB 1: SATU KATA YANG MEMBONGKAR RAHASIANYA SELAMA BERTAHUN-TAHUN

Suatu hari, saat ia menyisir rambut putri Fir'aun, sisir itu terjatuh dari tangannya.

Secara spontan ia berkata: "Bismillah."

Putri Fir'aun mendengarnya. Ia bertanya : "Apakah ayahku yang kau maksud?"

Masyithah menjawab dengan suara yang gemetar tapi tegas: "Bukan. Tuhanku dan Tuhan ayahmu adalah Allah."

Putri itu melaporkan kepada Fir'aun. 
Fir'aun murka. Ia memanggil Masyithah.

Fir'aun berkata: "Apakah kau punya Tuhan selain aku?"

Masyithah menjawab: "Ya. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah."

Itu adalah kalimat termahal yang pernah diucapkan seorang budak wanita di muka bumi.

~ BAB 2 : KUALI TEMBAGA YANG MENDIDIH DAN BAYI YANG BERBICARA

Fir'aun tidak langsung membunuhnya. Ia ingin menyiksanya secara perlahan.

Ia memerintahkan untuk didatangkan sebuah kuali besar dari tembaga, diisi minyak dan air, lalu dipanaskan sampai mendidih.

Kemudian ia datangkan anak-anak Masyithah satu per satu. Empat orang anak, yang paling besar masih remaja, yang paling kecil masih bayi yang sedang ia susui.

Di depan mata Masyithah, anak pertama dilemparkan ke dalam kuali. Tulangnya terlepas dari dagingnya. Wafat syahid.

Anak kedua, anak ketiga, sama.

Tinggallah ia dan bayi yang ada di gendongannya. Tangannya gemetar. Hatinya hampir luruh. Ia adalah seorang ibu.

Di saat imannya hampir goyah, bayi yang belum bisa berbicara itu, dengan izin Allah, berkata :

"Yaa Ummah, iqtaḥimii fa inna 'adzaabad dunya ahwanu min 'adzaabil aakhirah."

"Wahai Ibuku, terjunlah. Sungguh adzab dunia ini lebih ringan daripada adzab akhirat."

Mendengar itu, Masyithah memejamkan mata, memeluk bayinya, dan terjun bersama ke dalam kuali mendidih itu.

Mati syahid bersama anak-anaknya dalam satu hari.

~ BAB 3 : MENGAPA TULANGNYA WANGI 3000 TAHUN ?

Jasad mereka dibuang. Tidak dimakamkan dengan layak. Bahkan tulang-belulangnya berserakan.

Tapi Allah tidak membiarkan begitu saja.

Allah perintahkan tanah untuk menjaga tulang mereka. Allah simpan wanginya.

3000 tahun berlalu....

Fir'aun dan istananya hancur menjadi debu. Piramidanya menjadi batu bisu. Kerajaannya lenyap ditelan lautan.

Tapi tulang Masyithah tetap wangi. Sampai Rasulullah menciumnya di malam Isra.

Sampai hari ini, di Mesir, para ulama masih menunjukkan lembah tempat kuali itu dulu diletakkan. Tanahnya masih berbau berbeda dari tanah sekitarnya.

Mengapa ? Karena saat hidup, ia menjaga satu kalimat : "Bismillah".

Saat semua orang di istana berkata "Bismi Fir'aun" [dengan nama Fir'aun], ia sendirian berkata "Bismillah".

Maka Allah jaga kalimat itu kembali dengan penjagaan abadi: tulang yang tidak hancur, dan wangi yang tidak hilang selama ribuan tahun.

Allah berfirman :

«يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ»

"Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan di dunia dan di akhirat." [QS. Ibrahim: 27]

---

PENUTUP

Masyithah tidak menjaga skincare. Tidak menjaga followers. Ia hanya menjaga satu kalimat Tauhid di dalam istana kekafiran.

Dan Allah balas dengan wangi yang abadi selama 3000 tahun.

Kita hari ini hidup bebas mengucap Bismillah. Tidak ada kuali mendidih di depan kita.

Lalu apa alasan kita masih malu menjaga kalimat itu ?

Wallahu a'lam.

*** 

Referensi Ringkas :
HR. Ahmad No. 2821, Ath-Thabrani - Hadits Isra tentang wangi kubur Masyithah - Hasan
Al-Bidayah wan Nihayah, Ibnu Katsir - Kisah Masyithah binti Fir'aun
QS. Ibrahim: 27

Share:

Kenapa banyak kemungkaran dalam acara amalan bid'ah

 62 ide Batu indah | akik, batu akik, batu permata

Ada dua hal negatif viral secara bersamaan minggu ini, satu kericuhan acara Maulid Nabi di Jakarta yang mengganggu warga setempat karena menyalakan kembang api padahal sudah tengah malam, satunya dari acara haulan seorang habib di Solo, yang sampah dari acara tersebut memenuhi jalan jalan kota Solo, 
Dan keduanya amalan bid'ah, bukan amalan Sunnah. 

Jadi ingat ada teman bertanya kenapa sering terjadi berita viral kemungkaran dalam acara Maulid Nabi? 

Saya jawab "Ya karena Maulid nabi adalah amalan bid'ah, tidak pernah diamalkan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa Sallam, tidak pernah diamalkan para sahabat Nabi, itu kenapa disebut amalan bid'ah, dan bahkan tidak juga pernah diamalkan para imam madzhab padahal mereka ulama terbaik dimuka bumi yang pernah hidup, kitab mereka menjadi sumber hukum Islam sampai hari ini,
 
Ya karena Maulid nabi adalah amalan bid'ah te tu tidak ada panduan untuk tata laksana perayaannya, jika kita ingin mengetahui bagaimana shalat yang benar ada ribuan kitab ulama menjelaskan shalat, atau kita ingin mengetahui puasa yang benar seperti apa maka akan ribuan ulama menulis tata cara puasa sesuai sunnahnya, atau juga misal kita ingin mengetahui wudhu yang benar sesuai sunnah akan ada ribuan kitab ulama menjelaskan wudhu yang benar dan seterusnya. 

Sementara jika kita ingin mengetahui bagaimana tata cara perayaan Maulid nabi yang benar sesuka sunnahnya, maka tidak ada satupun kitab yang membahas ini, 

Alias tata caranya liar, suka suka yang melaksanakan, mau pakai baca Quran dulu baru ceramah, atau ceramah dulu baru ada bacaan Quran, kemudian diakhiri doa,  atau juga makan bersama dulu baru ceramah, atau misal pawai obor baru ceramah dan seterusnya, ukurannya cuma yang penting baik menurut yang melaksanakannya, akhirnya saking liarnya ada sebagian melaksanakan perayaan Maulid nabi dengan konser musik, joget pargoy, dan seterusnya, karena menurut pelakunya "ini Khan baik apa salahnya? ".

Sebenarnya kalau mau jujur amalan bid'ah sudah menunjukkan kesesatan amalan tersebut dengan sendirinya, tanpa kita sebutkan amalannya sesat... Allahua'lam

------------

Diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata, “Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah matanya memerah, suaranya begitu keras, dan kelihatan begitu marah, seolah-olah beliau adalah seorang panglima yang meneriaki pasukan ‘Hati-hati dengan serangan musuh di waktu pagi dan waktu sore’. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jarak antara pengutusanku dan hari kiamat adalah bagaikan dua jari ini. [Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berisyarat dengan jari tengah dan jari telunjuknya]. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan (bid’ah) dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Muslim no. 867)

Dalam riwayat An Nasa’i dikatakan,

وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِى النَّارِ

“Setiap kesesatan tempatnya di neraka.” (HR. An Nasa’i no. 1578. Hadits ini dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani di Shohih wa Dho’if Sunan An Nasa’i)

Diriwayatkan dari Al ‘Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Kami shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu hari. Kemudian beliau mendatangi kami lalu memberi nasehat yang begitu menyentuh, yang membuat air mata ini bercucuran, dan membuat hati ini bergemetar (takut).” Lalu ada yang mengatakan,

يَا رَسُولَ اللَّهِ كَأَنَّ هَذِهِ مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَمَاذَا تَعْهَدُ إِلَيْنَا

“Wahai Rasulullah, sepertinya ini adalah nasehat perpisahan. Lalu apa yang engkau akan wasiatkan pada kami?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِى فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِى وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, tetap mendengar dan ta’at walaupun yang memimpin kalian adalah budak Habsyi. Karena barangsiapa yang hidup di antara kalian setelahku, maka dia akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh karena itu, kalian wajib berpegang pada sunnahku dan sunnah Khulafa’ur Rosyidin yang mendapatkan petunjuk. Berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah ia dengan gigi geraham kalian. Hati-hatilah dengan perkara yang diada-adakan karena setiap perkara yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Abu Daud no. 4607 dan Tirmidzi no. 2676. Hadits ini dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan Abu Daud dan Shohih wa Dho’if Sunan Tirmidzi)

Sumber Referensi Rumaysho. Com

By: Siswo Kusyudhanto

Share:

Syafa’at Beberapa Nabi yang Ditolak oleh Allah

 3 golongan yang syafaat tidak bisa menebusnya, padahal syafaat itu sangat berguna di akhirat nanti ketika amalan kita tak ada yang bisa kita andalkan misalkan syafaat langsung dri Allah, syafaat melal

𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗻𝘆𝗮𝗮𝗻 :

Apa benar, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memohonkan ampun untuk ibunya, lalu Allah melarangnya. Berarti itukan syafaat, kenapa bisa ditolak?
_____

𝗝𝗮𝘄𝗮𝗯 :

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Syafa’at secara bahasa berasal dari kata as-Syaf’u [الشفع] yang artinya genap. Allah berfirman,

وَالْفَجْرِ . وَلَيَالٍ عَشْرٍ . وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ

Demi waktu fajar, demi 10 malam, demi yang genap dan yang ganjil. 
(📖QS. al-Fajr: 1-3)

Disebut Syafa’at karena dia menggenapkan hak tunggal Allah dalam mengampuni hamba-Nya.

Ilustrasinya, 👇

Satu-satunya Dzat yang berhak mengeluarkan hamba dari neraka menuju surga hanyalah Allah. Namun terkadang Allah memberikan kesempatan bagi sebagian hamba-Nya yang soleh untuk menyelamatkan keluarganya atau temannya atau muridnya, sesuai yang Allah kehendaki. Sehingga, seolah sang hamba menggenapkan hak tunggal Allah dalam menyelamatkan manusia dari neraka.

Sehingga ketika ada orang yang hendak menyelamatkan keluarganya, agar diampuni oleh Allah, berarti dia sedang memberikan syafaat kepadanya.

Ada beberapa nabi yang berusaha menyelamatkan keluarganya yang mati kafir, namun permohonan mereka ditolak oleh Allah. Diantaranya, 👇

➡️[1] Permohonan ampunan nabi Nuh – ‘alaihis salam – untuk putranya.

Allah berfirman,

وَنَادَى نُوحٌ رَبَّهُ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ابْنِي مِنْ أَهْلِي وَإِنَّ وَعْدَكَ الْحَقُّ وَأَنْتَ أَحْكَمُ الْحَاكِمِينَ . قَالَ يَا نُوحُ إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ إِنَّهُ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ فَلَا تَسْأَلْنِ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنِّي أَعِظُكَ أَنْ تَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ

Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya”. Allah berfirman: “Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan”. 
(📖QS. Hud: 45-46).

Nuh sangat berharap anaknya selamat ketika peristiwa banjir itu. Namun anaknya lebih memilih untuk kafir, tidak mau mengikuti bapaknya. Nabi Nuh ‘alaihis salam sangat berharap anaknya diselamatkan, namun Allah memutuskan anaknya ditenggelamkan.

➡️[2] Permohonan ampunan Nabi Ibrahim – ‘alaihis salam – untuk ayahnya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bercerita,

يَلْقَى إِبْرَاهِيمُ أَبَاهُ آزَرَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، وَعَلَى وَجْهِ آزَرَ قَتَرَةٌ وَغَبَرَةٌ ، فَيَقُولُ لَهُ إِبْرَاهِيمُ أَلَمْ أَقُلْ لَكَ لاَ تَعْصِنِى فَيَقُولُ أَبُوهُ فَالْيَوْمَ لاَ أَعْصِيكَ . فَيَقُولُ إِبْرَاهِيمُ يَا رَبِّ ، إِنَّكَ وَعَدْتَنِى أَنْ لاَ تُخْزِيَنِى يَوْمَ يُبْعَثُونَ ، فَأَىُّ خِزْىٍ أَخْزَى مِنْ أَبِى الأَبْعَدِ فَيَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى إِنِّى حَرَّمْتُ الْجَنَّةَ عَلَى الْكَافِرِينَ ، ثُمَّ يُقَالُ يَا إِبْرَاهِيمُ مَا تَحْتَ رِجْلَيْكَ فَيَنْظُرُ فَإِذَا هُوَ بِذِيخٍ مُلْتَطِخٍ ، فَيُؤْخَذُ بِقَوَائِمِهِ فَيُلْقَى فِى النَّارِ

Ibrahim bertemu ayahnya Azar di hari kiamat. Di wajahnya Azar ada kotoran dan berdebu. Ibrahim mengatakan kepada Azar,

“Bukankah aku telah katakan kepadamu, jangan mengingkariku!”

“Mulai hari ini, saya tidak akan mengingkarimu..” jawab ayahnya.

Lalu Ibrahim mengatakan,

“Wahai Rabku, Engkau telah memberi janji kepadaku, bahwa Engkau tidak akan membuatku sedih di hari kiamat. Kesedihan mana lagi yang lebih berat, dibandingkan kesedihan karena ayahnya dijauhkan (dari rahmat Allah).”

Kemudian Allah menjawab,

“Sesungguhnya Aku haramkan surga bagi orang kafir.” 
(📚HR. Bukhari 3350).

Ibrahim sangat berharap ayahnya masuk islam. Namun ayahnya tetap berpihak pada agama paganis, sehingga dia mati kafir. Ibrahim mencintai ayahnya, dan berharap ayahnya bisa diampuni. Namun Allah menolak harapan Ibrahim untuk membela ayahnya, karena dia mati kafir.

Allah menceritakan harapan Ibrahim,

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ إِلَّا قَوْلَ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ لَأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَا أَمْلِكُ لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ

Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: “Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah”. 
(📚QS. al-Mumtahanah: 4)

Termasuk diantaranya adalah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau sendiri pernah meminta izin untuk memohonkan ampunan bagi ibunya, namun Allah tidak mengizinkannya.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah ziarah ke makam ibunya, lalu beliau menangis, hingga menangis pula orang-orang di sekitar beliau. Beliau lalu bersabda,

اسْتَأْذَنْتُ رَبِّى فِى أَنْ أَسْتَغْفِرَ لَهَا فَلَمْ يُؤْذَنْ لِى وَاسْتَأْذَنْتُهُ فِى أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأُذِنَ لِى

“Aku meminta izin kepada Rabb-ku untuk memintakan ampunan bagi ibuku, namun aku tidak diizinkan melakukannya. Maka aku pun meminta izin untuk menziarahi kuburnya, aku pun diizinkan.” 
(📚HR. Muslim 108)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menangis karena ibunya tidak boleh didoakan agar diampuni. Artinya ibunya mati dalam kondisi kafir. Dan setiap mukmin dilarang memintakan ampunan bagi orang yang mati dalam keadaan kafir 
(📚Syarh Shahih Muslim, 3/402).

Allah berfirman,

مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى

“Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya)” 
(📖QS. At Taubah: 113)

Sehingga kata kunci untuk bisa mendapatkan syafaat para nabi kembali kepada tauhid. Siapa yang tauhidnya benar, dia akan ditolong oleh Allah denga syafaat beliau.

Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu pernah bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ؟

Siapa orang yang akan berbahagia karena mendapatkan Syafaat anda di hari kiamat?

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ القِيَامَةِ مَنْ قَالَ: لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، خَالِصًا مِنْ قِبَلِ نَفْسِهِ

Orang yang berbahagia karena mendapatkan syafaatku di hari kiamat adalah orang yang meng-ikrarkan ‘Laa ilaaha illallaah ikhlas dari dalam hatinya.’ 
(📚HR. Bukhari 6570).

Mari kita berjuang untuk menjadi ahli tauhid, semoga kita mendapat syafaat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang-orang soleh di saat kita membutuhkan pertolongan dari Allah.

Demikian, Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits 
(Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Read more https://konsultasisyariah.com/33231-syafaat-beberapa-nabi-yang-ditolak-oleh-allah.html

Share:

CLICK TV DAN RADIO DAKWAH

Murottal Al-Qur'an

Listen to Quran

Jadwal Sholat

jadwal-sholat

Translate

INSAN TV

POPULAR

Cari