}

Kenapa banyak kemungkaran dalam acara amalan bid'ah

 62 ide Batu indah | akik, batu akik, batu permata

Ada dua hal negatif viral secara bersamaan minggu ini, satu kericuhan acara Maulid Nabi di Jakarta yang mengganggu warga setempat karena menyalakan kembang api padahal sudah tengah malam, satunya dari acara haulan seorang habib di Solo, yang sampah dari acara tersebut memenuhi jalan jalan kota Solo, 
Dan keduanya amalan bid'ah, bukan amalan Sunnah. 

Jadi ingat ada teman bertanya kenapa sering terjadi berita viral kemungkaran dalam acara Maulid Nabi? 

Saya jawab "Ya karena Maulid nabi adalah amalan bid'ah, tidak pernah diamalkan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa Sallam, tidak pernah diamalkan para sahabat Nabi, itu kenapa disebut amalan bid'ah, dan bahkan tidak juga pernah diamalkan para imam madzhab padahal mereka ulama terbaik dimuka bumi yang pernah hidup, kitab mereka menjadi sumber hukum Islam sampai hari ini,
 
Ya karena Maulid nabi adalah amalan bid'ah te tu tidak ada panduan untuk tata laksana perayaannya, jika kita ingin mengetahui bagaimana shalat yang benar ada ribuan kitab ulama menjelaskan shalat, atau kita ingin mengetahui puasa yang benar seperti apa maka akan ribuan ulama menulis tata cara puasa sesuai sunnahnya, atau juga misal kita ingin mengetahui wudhu yang benar sesuai sunnah akan ada ribuan kitab ulama menjelaskan wudhu yang benar dan seterusnya. 

Sementara jika kita ingin mengetahui bagaimana tata cara perayaan Maulid nabi yang benar sesuka sunnahnya, maka tidak ada satupun kitab yang membahas ini, 

Alias tata caranya liar, suka suka yang melaksanakan, mau pakai baca Quran dulu baru ceramah, atau ceramah dulu baru ada bacaan Quran, kemudian diakhiri doa,  atau juga makan bersama dulu baru ceramah, atau misal pawai obor baru ceramah dan seterusnya, ukurannya cuma yang penting baik menurut yang melaksanakannya, akhirnya saking liarnya ada sebagian melaksanakan perayaan Maulid nabi dengan konser musik, joget pargoy, dan seterusnya, karena menurut pelakunya "ini Khan baik apa salahnya? ".

Sebenarnya kalau mau jujur amalan bid'ah sudah menunjukkan kesesatan amalan tersebut dengan sendirinya, tanpa kita sebutkan amalannya sesat... Allahua'lam

------------

Diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata, “Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah matanya memerah, suaranya begitu keras, dan kelihatan begitu marah, seolah-olah beliau adalah seorang panglima yang meneriaki pasukan ‘Hati-hati dengan serangan musuh di waktu pagi dan waktu sore’. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jarak antara pengutusanku dan hari kiamat adalah bagaikan dua jari ini. [Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berisyarat dengan jari tengah dan jari telunjuknya]. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan (bid’ah) dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Muslim no. 867)

Dalam riwayat An Nasa’i dikatakan,

وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِى النَّارِ

“Setiap kesesatan tempatnya di neraka.” (HR. An Nasa’i no. 1578. Hadits ini dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani di Shohih wa Dho’if Sunan An Nasa’i)

Diriwayatkan dari Al ‘Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Kami shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu hari. Kemudian beliau mendatangi kami lalu memberi nasehat yang begitu menyentuh, yang membuat air mata ini bercucuran, dan membuat hati ini bergemetar (takut).” Lalu ada yang mengatakan,

يَا رَسُولَ اللَّهِ كَأَنَّ هَذِهِ مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَمَاذَا تَعْهَدُ إِلَيْنَا

“Wahai Rasulullah, sepertinya ini adalah nasehat perpisahan. Lalu apa yang engkau akan wasiatkan pada kami?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِى فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِى وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, tetap mendengar dan ta’at walaupun yang memimpin kalian adalah budak Habsyi. Karena barangsiapa yang hidup di antara kalian setelahku, maka dia akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh karena itu, kalian wajib berpegang pada sunnahku dan sunnah Khulafa’ur Rosyidin yang mendapatkan petunjuk. Berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah ia dengan gigi geraham kalian. Hati-hatilah dengan perkara yang diada-adakan karena setiap perkara yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Abu Daud no. 4607 dan Tirmidzi no. 2676. Hadits ini dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan Abu Daud dan Shohih wa Dho’if Sunan Tirmidzi)

Sumber Referensi Rumaysho. Com

By: Siswo Kusyudhanto

Share:

Tidak ada komentar:

CLICK TV DAN RADIO DAKWAH

Murottal Al-Qur'an

Listen to Quran

Jadwal Sholat

jadwal-sholat

Translate

INSAN TV

POPULAR

Cari