Jangan sampai sibuk mengorek aib orang lain tapi lupa dengan aib sendiri,
🌴 Allah Ta'ala berfirman :
وَلَا تَجَسَّسُوا
"dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain"
(QS. Al-Hujurat: 12)
✔ Imam adz-Dzahabi rahimahullah berkata:
"Para ahli tafsir mengatakan, tajassus adalah mencari-cari keburukan dan cacat kaum Muslimin. Maka makna ayat di atas adalah janganlah salah seorang diantara kamu mencari-cari keburukan saudaranya untuk diketahuinya, padahal Allah Azza wa Jalla menutupinya."
📖 (Al-Kabair, hlm.159)
🍃 Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara."
📖 (HR. Al-Bukhari, no.6064, Muslim, no.2563)
🍃 Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Barangsiapa menguping omongan orang lain, sedangkan mereka tidak suka (kalau didengarkan selain mereka), maka pada telinganya akan dituangkan cairan tembaga pada hari kiamat."
📖 (HR. Bukhari, no.7042)
🍃 Aun bin Abdullah rahimahullah berkata:
"Saya menganggap orang yang selalu sibuk mengorek aib orang lain adalah orang yang lalai terhadap aibnya sendiri."
📖 (Shifatush Shafwah, III/101)
🍃 Sufyan Ats-Tsaury rahimahullah berkata:
"Kurangilah rasa ingin tahumu tentang urusan manusia niscaya akan berkurang perbuatan ghibahmu."
📖 (Siyarul A'lam An-Nubala, 5/62)
🍃 Imam Ibnu Hibban rahimahullah berkata:
"Wajib bagi orang yang berakal mencari keselamatan untuk dirinya dengan meninggalkan perbuatan tajassus (mencari-cari kesalahan orang lain), hendaklah ia senantiasa sibuk memperbaiki aibnya sendiri.
Karena sesungguhnya orang yang sibuk memikirkan aibnya sendiri dan melupakan aib orang lain, maka hatinya akan tenteram, dan tidak akan merasa lelah. Maka setiap kali dia melihat aib yang ada pada dirinya, maka dia akan merasa hina tatkala melihat aib yang serupa ada pada saudaranya. Sementara orang yang senantiasa sibuk dengan mencari aib orang lain dan melupakan aibnya sendiri, maka hatinya akan buta, badannya akan merasa letih, dan akan sulit baginya meninggalkan kejelekan dirinya."
📖 (Raudhatul 'Uqala wa Nuzhatul Fudhala', hlm.131)
➖️➖️➖️ Wallahu A'lam ➖️➖️➖️PENGIKUT SUNNAH SELALU SEDIKIT
(1). Imam Hasan al-Bashri رحمه الله berkata :
“Sesungguhnya "AHLUSSUNNAH" adalah yg paling sedikit dari manusia pada zamannya yang telah lewat, dan mereka paling sedikit dari manusia pada zamannya yang tersisa. Mereka adalah orang2 yang tidak ikut2-an dengan orang2 yang bermewah-mewahan, dan tidak juga ikut dengan ahli bid’ah dalam kebid’ahan mereka. Dan mereka sabar di dalam menjalankan "SUNNAH" (ajaran Nabi ﷺ yang murni) hingga mereka bertemu Rabb mereka” (Sunan ad-Darimi 1/83)
(2). Imam Sufyan ats-Tsauri رحمه الله brkata :
إِذَا بَلَغَكَ عَنْ رَجُلٍ بِالْمَشْرِقِ صَاحِبِ سُنَّةٍ وَآخَرَ بِالْمَغْرِبِ، فَابْعَثْ إِلَيْهِمَا بِالسَّلَامِ وَادْعُ لَهُمَا، مَا أَقَلَّ أَهْلَ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ
"Apabila sampai kepadamu (kabar) tentang seorang pengikut sunnah, yang satu berada di daerah timur dan yang lain di barat, maka kirimkanlah salam kepada mereka berdua, & doakan kebaikan untuk mereka. "SUNGGUH BETAPA SEDIKITNYA AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH" (lihat Syarhu Ushuli I’tiqadi Ahlis Sunnah Wal Jama’ah oleh Al-Lalika'i I/64 no.50, dan juga Hilyatul Auliyaa' VII/347)
(3). Imam al-Bukhari رحمه الله berkata :
أفضلُ المُسلِمِينَ رجلٌ أحْيَا سُنَّةً مِن سُنَنِ الرَّسُولِ ﷺ قَد أُمِيتَت، فاصْبِرُوا يَا أصحابَ السُّنَنِ رَحِمَكُمُ اللهُ فإِنَّكُم أقلُّ النَّاسِ
"Kaum muslimin yang paling utama adalah seseorang yang menghidupkan "SUNNAH" Nabi ﷺ yang telah mati. Oleh sebab itu, bersabarlah wahai "Para Pengikut Sunnah" Nabi ﷺ, semoga Allah merahmati kalian. Sebab sesungguhnya kalian adalah golongan minoritas" (Al-Jaami' Li Akhlaq Ar-Raawi Wa Aadab As-Saami' 1/112)
(4). Imam al-Auza’i berkata tentang sabda Rasulullah صلى الله عليه و سلم : "Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali juga dalam keadaan asing". Adapun Islam tidak akan pergi, akan tetapi Ahlus Sunnah itu yang akan pergi sehingga tidak tersisa pada sebuah negeri melainkan satu orang. Dengan makna inilah didapati ucapan salaf yang memuji "SUNNAH", dan mensifatinya dengan asing, serta mensifati pengikutnya dengan kata "SEDIKIT" (Ahlul Hadiits Hum at-Thaa-ifah al-Manshuurah hal 103-104)
✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar
TAJASSUS
ADA GAK SICH BERDOA USAI SHOLAT (FARDHU) WAJIB ?
Bismillahirrohmanirrohiim,
Kebanyakan umat muslim tahunya berdoa yang baik atau mustajab adalah setelah sholat wajib (fardhu), padahal hal tersebut tidaklah benar alias salah besar.
Rosulullah shollallahu alaihi wa sallam tidak pernah mencontohkan berdoa sambil mengangkat tangan selesai sholat wajib (fardhu), baik berdoa sendiri-sendiri maupun secara berjama’ah, akan tetapi beliau memerintahkan untuk berdzikir. Di dalam Al Qur’an pun tidak pernah ada perintah berdoa usai sholat wajib {fardhu).
BERIKUT INI DALIL-DALILNYA :
💜 Allah Ta’ala berfirman :
فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ ۚ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
"Bila kamu telah menyelesaikan sholatmu, ingatlah {berdzikirlah} kepada Allah waktu berdiri, di waktu duduk dan berbaring. Apabila kamu telah aman, maka kerjakanlah sholat itu seperti biasanya. Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya terhadap orang-orang yang beriman.”
(QS. An Nisa 103)
❤️ Hadits riwayat Muslim,
وَعَنْ كَعْبٍ بْنِ عُجْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، عَنْ رَسُوْلِ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ :(( مُعَقِّباتٌ لاَ يَخِيبُ قَائِلُهُنَّ – أَوْ فَاعِلُهُنَّ – دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوبَةٍ: ثَلاثٌ وَثَلاثونَ تَسْبِيحَةً. وَثَلاثٌ وثَلاَثونَ تَحْمِيدَةً ، وَأرْبَعٌ وَثَلاَثونَ تَكْبِيرَةً )) . رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Dari Ka’ab bin ‘Ujroh rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Ada beberapa kalimat pengikut yang tidak akan merugikan orang yang mengucapkannya atau melakukannya usai setiap sholat wajib {yaitu}, tiga puluh tiga kali tasbih, tiga puluh tiga kali tahmid, dan tiga puluh tiga kali takbir.”
(HR. Muslim No. 597)
💙 Rosulullah shollallahu alaihi wa sallam bersabda :
إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلِ
"Jika kalian bertekad mengerjakan suatu perkara, maka kerjakanlah sholat selain sholat wajib {fardhu} lalu bacalah doa…..”
(HR. Bukhori No. 7390)
💚 Berdoa usai baca doa tahiyat (sebelum salam) dalam sholat
Dari Abu Umamah rodhiyallahu anhuma bahwa Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya :
أَيُّ الدُّعَاءِ أَسْمَعُ ؟ قَالَ جَوْفَ اللَّيْلِ الآخِرِ وَدُبُرَ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوْبَاتِ
"Doa apakah yang paling didengar {dikabulkan oleh Allah Azza wa Jalla} ? Beliau shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Doa di tengah malam {akhir malam} dan di ujung {akhir} sholat-sholat {lima waktu} yang wajib."
(HR. At Tirmidzi No. 9936 dan An Nasa'i , 6/32. Hadits ini dinyatakan hasan oleh Imam At Tirmidzi dan Syaikh Al Albani)
📚 WAKTU-WAKTU MUSTAJAB UNTUK BERDOA
Allah memberikan masing-masing waktu dengan keutamaan dan kemuliaan yang berbeda-beda, diantaranya ada waktu-waktu tertentu yang sangat baik untuk berdoa, akan tetapi kebanyakan orang menyia-nyiakan kesempatan baik tersebut. Mereka mengira bahwa seluruh waktu memiliki nilai yang sama dan tidak berbeda. Bagi setiap muslim seharusnya memanfaatkan waktu-waktu yang utama dan mulia untuk berdoa agar mendapatkan kesuksesan, keberuntungan, kemenangan dan keselamatan. Adapun waktu-waktu mustajabah tersebut antara lain :
(1). BERDOA PADA HARI JUM'AT
Hadits dari Abu Said Al Khudri dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu, Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ سَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فِيهَا خَيْرًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَهِيَ بَعْدَ الْعَصْرِ
"Di hari Jumat terdapat suatu waktu, dimana jika ada seorang hamba muslim yang memanjatkan doa kepada Allah bertepatan dengan waktu tersebut, Allah akan memberi apa yang dia minta. Waktu itu adalah seteah asar."
(HR. Ahmad No. 7631 dan dinilai shohih Syuaib Al Arnauth)
(2). BERDOA PADA SEPERTIGA MALAM
Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu, Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي، فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ
“Allah Subhanahu wa Ta’ala turun ke langit dunia setiap malam, ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Kemudian Allah berfirman : "Siapa yang berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan doanya, siapa yang meminta-Ku akan Aku beri dia, dan siapa yang minta ampunan kepada-Ku akan Aku ampuni dia.”
(HR. Bukhori No. 1145, Muslim No. 758, Abu Daud No. 1315, dan yang lainnya)
(3). BERDOA PADA WAKTU SAHUR
Allah Ta’ala mencintai hamba-Nya yang berdoa disepertiga malam yang terakhir. Allah Ta’ala berfirman tentang ciri-ciri orang yang bertaqwa, salah satunya :
وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُون
“Ketika waktu sahur {akhir-akhir malam}, mereka berdoa memohon ampunan.”
(QS. Adz Dzariyat 18)
(4). BERDOA KETIKA BERBUKA PUASA
Rosulullah shollallahu ’alaihi wa sallam bersabda :
ثلاث لا ترد دعوتهم الصائم حتى يفطر والإمام العادل و المظلوم
”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzholimi.”
(HR. Tirmidzi No. 2528, Ibnu Majah No.1752, Ibnu Hibban No. 2405, dishohihkan Al Albani di Shohih At Tirmidzi)
(5). BERDOA ANTARA ADZAN DAN IQOMAH
Waktu jeda antara adzan dan iqomah adalah juga merupakan waktu yang dianjurkan untuk berdoa, berdasarkan sabda Rosulullah shollallahu ’alaihi wa sallam :
الدعاء لا يرد بين الأذان والإقامة
“Doa di antara adzan dan iqomah tidak tertolak.”
(HR. Tirmidzi No. 212, ia berkata : “Hasan Shohih”)
(6). BERDOA KETIKA TURUN HUJAN
Hujan adalah nikmat Allah Ta’ala. Oleh karena itu tidak boleh mencelanya. Sebagian orang merasa jengkel dengan turunnya hujan, padahal yang menurunkan hujan tidak lain adalah Allah Ta’ala. Oleh karena itu, daripada tenggelam dalam rasa jengkel lebih baik memanfaatkan waktu hujan untuk berdoa memohon apa yang diinginkan kepada Allah Ta’ala :
ثنتان ما تردان : الدعاء عند النداء ، و تحت المطر
“Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun.”
(HR. Hakim no. 2534, dishohihkan Al Albani di Shohih Al Jami’, 3078)
(7). BERDOA KETIKA MALAM LAILATUL QODAR
Malam lailatul qodar adalah malam diturunkannya Al Qur’an. Malam ini lebih utama dari 1000 bulan.
💦 Sebagaimana firman Allah Ta’ala :
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Malam Lailatul Qodr lebih baik dari 1000 bulan.”
(QS. Al Qodr 3)
💦 Pada malam ini dianjurkan memperbanyak ibadah termasuk memperbanyak doa. Sebagaimana yang diceritakan oleh Ummul Mu’minin Aisyah rodhiyallahu ’anha :
قلت يا رسول الله أرأيت إن علمت أي ليلة ليلة القدر ما أقول فيها قال قولي اللهم إنك عفو كريم تحب العفو فاعف عني
“Aku bertanya kepada Rosulullah : "Wahai Rosulullah, menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qodar ?
Lalu beliau bersabda : Berdoalah :
اللهم إنك عفو كريم تحب العفو فاعف عني
"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku."
(HR. Tirmidzi No. 3513, Ibnu Majah, 3119, At Tirmidzi berkata : “Hasan Shohih”)
💥 HADITS DHO’IF
Adapun hadits yang masyhur (sudah tersohor di tengah-tengah umat) bahwa Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Di dalam sholat, seharusnya engkau merendahkan diri dan khusyu’. Lalu hendaknya engkau mengangkat kedua tanganmu (sesudah sholat), lalu katakanlah : “Wahai Robb-ku ! Wahai Robb-ku !”
(Hadits ini adalah hadits yang dho’if {lemah}), sebagaimana hal ini dijelaskan oleh Ibnu Rajab dan ulama lainnya)
Semoga bermanfaat
BERPEGANG TEGUH KEPADA SUNNAH
Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam secara lahir dan batin.
Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
إِنِّي قَدْ تَرَكْتُ فِيْكُمْ شَيْئَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا بَعْدَهُمَا: كِتَابَ اللهِ وَسُنَّتِيْ، وَلَنْ يَتَفَرَّقَا حَتَّى يَرِدَا عَلَيَّ الْحَوْضَ.
“Aku tinggalkan kepadamu dua perkara yang kalian tidak akan tersesat apabila (berpegang teguh) kepada keduanya, yaitu Kitabullah dan Sunnahku, keduanya tidak akan berpisah, sehingga keduanya datang kepadaku di Telaga (al-Haudh).” (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi)
Orang yang berpegang kepada Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman para Sahabat tidak akan sesat dan tidak akan celaka selama-lamanya. Hal ini dengan dasar firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
…فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ
“Dan apabila datang kepadamu petunjuk daripadaKu, lalu barangsiapa yang mengikut petunjukKu, maka dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka selama-lamanya.” (QS. Tha Ha[20]: 123)
✏️ Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Rahimahullah
Sumber: https://rodja.id/3nb
Anak yang Meninggal Sebelum Baligh, Bisa Memberi Syafaat?
بسم الله الرحمن الرحيم
𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗻𝘆𝗮𝗮𝗻 :
بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Semoga ustadz selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Benarkah jika ada anak yang meninggal sebelum usia baligh kelak di akhirat bisa memberi syafaat/menarik kedua orang tuanya untuk masuk surga?
Tanya Jawab AISHAH – akademi shalihah
(Disampaikan Oleh Fulanah – SahabatAISHAH)
_
𝗝𝗮𝘄𝗮𝗯 :
وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Alhamdulillāh wa shalātu wa salāmu ‘alā rasūlillāh.
Anak-anak kaum muslimin yang meninggal belum baligh bisa memberikan syafaat kepada orang tuanya, disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam Muslim dari Abu Hasan, beliau berkata,
قلت لأبي هريرة: إنه قد مات لي ابنان، فما أنت محدثي عن رسول الله صلى الله عليه وسلم بحديث تطيب به أنفسنا عن موتانا؟ قال: قال: نعم صغارهم دعاميص الجنة يتلقى أحدهم أباه – أو قال أبويه – فيأخذ بثوبه – أو قال: بيده – كما آخذ أنا بصنفة ثوبك هذا فلا يتناهى – أو قال: فلا ينتهي – حتى يدخله الله وأباه الجنة
“Aku berkata kepada Abu Hurairah, kedua anakku telah meninggal, bisakah engkau menyampaikan sebuah hadits dari rasulullah ﷺ untuk menghibur hati kami?
Beliaupun berkata: iya, anak – anak kaum muslimin yang masih kecil, mereka adalah penghuni surga, ia nantinya akan bertemu dengan orang tuanya lalu memegang bajunya, seperti aku memegang bajumu ini, dan ia tidak melepaskannya sampai Allah ﷻ memasukkan orang tuanya ke dalam surga.”
(📚HR. Muslim : 2635).
Namun, syafaat bisa bermanfaat jika terpenuhi dua syarat : 👇
å1. Izin Allah.
√•2. Ridha Allah ﷻ terhadap orang yang memberi dan mendapatkan syafaat.
(📚lihat alqoulul mufid: 1/336)
Anak kecil mendapatkan izin dan keridhoan Allah untuk memberikan syafaat, tinggal dilihat apakah orang tuanya diridhoi Allah untuk mendapatkan syafaat atau tidak.
Wallahu a’lam.
🖊Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Read more https://bimbinganislam.com/anak-yang-meninggal-sebelum-baligh-bisa-memberi-syafaat/
https://chat.whatsapp.com/IGJt6mlOmgH2PdsWd474Wy
MUSTAJABNYA DOA KETIKA SUJUD
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : (( أَقْرَبُ مَا يَكُونُ العَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ )) . رَوَاهُ مُسْلِمٌ .
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Keadaan seorang hamba paling dekat dengan Rabbnya adalah ketika ia sedang bersujud, maka perbanyaklah berdoa saat itu.” [HR. Muslim, no. 482]
Penjelasan:
1. Hadits ini menunjukkan dorongan untuk memperbanyak doa ketika sujud. Karena ketika sujud adalah tempat yang paling dekat antara seorang hamba dengan Allah.
2. Boleh meminta hajat apa pun ketika sujud dan saat sujud adalah tempat terkabulnya doa.
3. Boleh meminta berulang-ulang dalam doa agar mudah terkabul.
4. Maksud dari dzikir saat rukuk adalah untuk mengagungkan Allah yaitu menyucikan Allah dari sifat-sifat kekurangan. Karenanya ketika rukuk dianjurkan membaca “SUBHAANA ROBBIYAL ‘AZHIM” (Mahasuci Allah Yang Mahaagung) dan ketika sujud membaca “SUBHAANA ROBBIYAL A’LAA” (Mahasuci Allah Yang Mahatinggi).
5. Membaca subhanallah saat rukuk dan sujud dihukumi sunnah, bukan wajib. Inilah yang jadi pendapat jumhur (madzhab Malik, Abu Hanifah dan Syafi’i). Alasannya karena dalam hadits musii’ sholatuhu (orang yang jelek shalatnya), tidak diperintahkan baginya membaca bacaan tersebut. Seandainya wajib tentu akan diperintahkan.
6. Ketika sujud diperintahkan menggabungkan bacaan subhanallah (tasbih) dan doa.
7. Ketaatan semakin membuat seorang hamba dekat dengan Allah.
Semakin seorang hamba bertambah ketaatan, maka semakin doanya mudah terkabul.
Rasullah shallallahu ‘alaihi wa sallam semangat mengajarkan umatnya kebaikan.
8. Semakin seorang hamba bertambah ketaatan, maka semakin doanya mudah terkabul.
9. Rasullah shallallahu ‘alaihi wa sallam semangat mengajarkan umatnya kebaikan.
Sumber:
https://rumaysho.com/16759-mustajabnya-doa-ketika-sujud.html
Perjalanan Ruh Orang Kafir Setelah Kematian
Sementara hamba yang kafir, ketika hendak meninggalkan dunia dan menuju akhirat, turunlah para malaikat dari langit, yang bengis dan keras, wajahnya hitam, mereka membawa Masuh (kain yang tidak nyaman digunakan) dari neraka.
Mereka duduk di sekitar mayit sejauh mata memandang. Kemudian datanglah malaikat maut, dan duduk di samping kepalanya. Dia memanggil, ‘Wahai jiwa yang busuk, keluarlah menuju murka Allah.’
Ruhnya ketakutan, dan terpencar ke suluruh ujung tubuhnya. Lalu malaikat maut menariknya, sebagaimana gancu bercabang banyak ditarik dari wol yang basah. Sehingga membuat putus pembuluh darah dan ruang tulang. Dan langsung dipegang malaikat maut. Para malaikat yang lain tidak meninggalkan walaupun sekejap, dan mereka langsung mengambilnya dari malaikat maut.
Kemudian diberi masuh yang mereka bawa. Ruh ini keluar dengan membawa bau yang sangat busuk, seperti busuknya bau bangkai yang pernah ada di muka bumi. Merekapun naik membawa ruh ini. Setiap kali mereka melewati malaikat, malaikat itupun bertanya, ‘Ruh siapah yang buruk ini?’
Mereka menjawab, ‘Fulan bin Fulan.’ – dengan nama yang paling buruk yang pernah dia gunakan ketika di dunia – hingga mereka sampai di langit dunia. Kemudian mereka minta dibukakan, namun tidak dibukakan. Ketika itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah,
لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ
(Orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya), tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. (QS. Al-A’raf: 40)
Kemudian Allah berfirman, ‘Tulis catatan amal hamba-Ku di Sijjin, di bumi yang paling dasar.’ Kemudian dikatakan, ‘Kembalikan hamba-Ku ke bumi, karena Aku telah menjanjikan bahwa dari bumi Aku ciptakan mereka, ke bumi Aku kembalikan mereka, dan dari bumi Aku bangkitkan mereka untuk kedua kalinya.’ Kemudian ruhnya dilempar hingga jatuh di jasadnya. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah,
وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍ
“Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, Maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” (QS. Al-Hajj: 31)
Kemudian ruhnya dikembalikan ke jasadnya, sehingga dia mendengar suara sandal orang mengiringi jenazahnya ketika pulang meninggalkan kuburan. Kemudian datanglah dua malaikat, gertakannya keras. Merekapun menggertak si mayit dan mendudukkannya.
Mereka bertanya: ‘Siapa Rabmu?’ Si kafir menjawab, ‘hah..hah.. saya gak tahu.’ ‘Apa agamamu?’, tanya malaikat. ‘hah..hah.. saya gak tahu,’ jawab si kafir. ‘Siapakah orang yang diutus di tengah kalian?’ Si kafir tidak kuasa menyebut namannya.
Lalu dia digertak: “Namanya Muhammad!!”, si kafir hanya bisa mengatakan, ‘hah..hah.. saya gak tahu. Saya cuma mendengar orang-orang bilang seperti itu.’ Diapun digertak lagi: “Kamu tidak tahu dan tidak mau tahu.” Tiba-tiba ada suara dari atas, “Hambaku dusta, bentangkan untuknya neraka, bukakan pintu neraka untuknya.”
Diapun mendapatkan panasnya neraka dan racun neraka. Kuburnya disempitkan hingga tulang-tulangnya berserakan. Lalu datanglah orang yang wajahnya sangat buruk, berbaju jelek, baunya seperti bangkai. Dia mengatakan: ‘Kabar buruk untukmu, inilah hari dimana dulu kau dijanjikan.’ Si mayit kafirpun menjawab, ‘Kabar buruk juga untukmu, siapa kamu? Wajahmu mendatangkan keburukan.’
Orang ini menjawab, ‘Saya amalmu yang buruk.’ – Allahul musta’an, amal buruk itu semakin menyesakkan pelakunya di lahatnya – kemudian dia diserahkan kepada makhluk yang buta, tuli, dan bisu. Dia membawa pentungan! Andaikan dipukulkan ke gunung, niscaya akan jadi debu.
Kemudian benda itu dipukulkan ke mayit kafir, dan dia menjadi debu. Lalu Allah kembalikan seperti semula, dan diapun memukulnya lagi. Dia berteriak sangat keras, bisa didengar oleh semua makhluk, kecuali jin dan manusia. Lalu dibukakan untuknya neraka dan disiampkan tempatnya di neraka. Diapun memohon: ‘Ya rab, jangan Engkau tegakkan kiamat.’
(Hadis ini diriwayatkan Ahmad 18543, Abu Daud 4753, Syuaib Al-Arnauth menyatakan, Sanadnya shahih. Al-Albani menyatakan hadis ini hadis yang shahih.)
https://bimbinganislam.com/proses-perjalanan-ruh-mukmin-dan-kafir-setelah-kematian/






