}

RIWAYAT TANPA SANAD CACAT

 Edisi Bantahan

Misteri Batu Al Naslaa: Keajaiban ...

Riwayat Ibnu Hibban yang bertabarruk ke kuburnya Ali Ridho memang tidak ada sanadnya, sebagaimana diakui sendiri oleh orang yang saya Screenshot.

Sebelum membahas pentingnya sanad, terlebih dahulu dibahas, apa itu sanad.

Sanad dari segi bahasa, 

المعتمد، وسمي كذلك؛ لأن الحديث يستند إليه، ويعتمد عليه.

Al Mu'tamad, dinamakan demikian karena sesungguhnya hadits itu disandarkan kepadanya dan bergantung padanya. 

Sedangkan dari segi istilah sanad itu,

سلسلة الرجال الموصلة للمتن. 
كتاب تيسير مصطلح الحديث
[محمود الطحان]"

Silsilah orang-orang (yang meriwayatkan hadits) yang menyampaikannya pada matan (hadits). (Kitab Taisir Mustalah al-Hadits adalah kitab karya Dr. Mahmud Ath-Thahhan). Sumber : https://shamela.ws/book/8681/15

Mempelajari dan mengetahui sanad sangatlah penting, karena sanad itu bagian dari agama. Dan riwayat tanpa sanad adalah cacat.

Berkata Abdullah bin Mubarak rahimahumullah,

إن الإسناد من الدين، ولولا الإسناد لقال من شاء ما شاء

Sesungguhnya sanad itu bagian dari agama. Dan kalau lah tidak ada (ilmu) Isnad, pasti siapapun bisa berkata apa yang dia kehendaki.” [Muqaddimah Shahih Muslim].

Berkata Al-Hakim al-Naisaburi rahimahumullah,

فلو لا الإسناد وطلب هذه الطائفة له وكثرة مواظبهم على حفظه,لدرس منار الإسلام ولتمكن الإلحاد والبدع منه.وبوضع الأحاديث وقلب الأسانيد.فإن الأخبار إذا تعرت عن وجود الأسانيد فيها,كانت بترا

Kalaulah sanad ini tidak ada dan usaha sebagian ummat untuk mencarinya serta konsistensi mereka dalam menghafalnya, niscaya akan hilang petunjuk Islam, dan membuka peluang bagi orang-orang mulhid dan pelaku bid’ah untuk memalsukan hadis serta mengubah sanadnya, karena riwayat tanpa sanad adalah riwayat yang cacat (terputus)." (Ma’rifatu ‘Ulumil Hadis).

Berkata Abdullah bin Mubarak rahimahumullah,

مثل الذي يطلب أمر دينه بلا إسناد كمثل الذي يرتقي السطح بلا سلم

Perumpamaan orang yang mencari ilmu agama tanpa sanad, seperti orang yang naik ke atap sebuah bangunan tanpa tangga” [Fathul Mughits].
 
Dan berkata Abdullah bin Mubarak rahimahumullah 

بيننا وبين القوم القوائم (يعني الاسناد).

Yang membedakan antara kita dengan kaum lain (ahlul bid'ah dan yang menyerupai mereka) adalah sanad.(Muqaddimah Shahih Muslim). Sumber : https://shamela.ws/book/8754/8

Dalam Syarah Shahih Muslim,  Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, 

أَلْإِسْنَادُ مِنَ الدِّيْنِ وَلَوْلَا الْإِسْنَادُ لَقَالَ مَنْ شَاءَ 

Sanad itu bagian dari agama. Dan kalau lah tidak ada (ilmu) Isnad, maka setiap orang bisa berkata apa yang dia kehendaki. (Syarah Shahih Muslim).

Dahulu sebelum terjadi fitnah, para ulama tidak pernah menanyakan tentang sanad, namun setelah timbul berbagai fitnah dengan maraknya pemahaman menyimpang dan berbagai bid’ah, maka mereka menanyakan tentang sanad. 

Berkata Muhammad bin Sirin rahimahullah,

لم يكونوا يسألون عن الإسناد فلما وقعت الفتنة قالوا سموا لنا رجالكم فينظر إلى أهل السنة فيؤخذ حديثهم وينظر إلى أهل البدع فلا يؤخذ حديثم

Dahulu mereka tidak pernah menanyakan tentang sanad, namun setelah terjadinya fitnah, mereka mengatakan, ‘Sebutkanlah kepada kami perawi-perawi kalian’, maka dilihatlah riwayat ahlussunnah dan diterimalah hadis mereka, lalu dilihat riwayat ahlu bid’ah dan ditolaklah hadis mereka. (Muqaddimah Shahih Muslim).

Sekali lagi, sanad sangatlah penting, dan ini merupakan senjatanya orang-orang mukmin. Riwayat tanpa sanad, itu tertolak dan cacat, sebagaimana riwayat yang dibawakan oleh kang Kuncoro dan sekawanannya. 

Berkata Sofyan Ats-Tsauri rahimahumullah,

الإسناد سلاح المؤمن فإذا لم يكن معه السلاح فبأي شيء يقاتل

“Sanad adalah senjatanya orang-orang beriman. Apabila tidak ada senjata tersebut, lalu dengan apa mereka berperang?” [Jami Al-Ushul hal 109]"

AFM 

Share:

Tidak ada komentar:

CLICK TV DAN RADIO DAKWAH

Murottal Al-Qur'an

Listen to Quran

Jadwal Sholat

jadwal-sholat

Translate

INSAN TV

POPULAR

Arsip Blog

Cari