}

TUDUHAN KHAWARIJ TERHADAP ULAMA AHLUSSUNNAH

 Edisi Bantahan 

10.000+ Foto Ombak Laut Terbaik · Unduh ...

Betulkah surah Az Zumar ayat 3 digunakan oleh orang-orang Khawarij untuk mengkafirkan kaum muslimin? Perhatikan ayat yang di maksud, 

Allah Ta'ala berfirman, 

أَلا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ

Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata), "Kami tidak menyembah mereka, melainkan supaya mereka mendekatkan diri kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesunggguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.  (Az Zumar 3).

Surah Az Zumar ayat 3 ini adalah salah satu hujjah yang dipakai para ulama ahlussunnah untuk membantah praktek kesyirikan dari zaman ke zaman. Tidak ada kelompok Khawarij yang menggunakan ayat ini untuk mengkafirkan kaum muslimin. 

Berkata Ibnu Katsir rahimahullah, 

قال قتادة ، والسدي ، ومالك عن زيد بن أسلم ، وابن زيد : { إلا ليقربونا إلى الله زلفى } أي: ليشفعوا لنا ، ويقربونا عنده منزلة .
ولهذا كانوا يقولون في تلبيتهم إذا حجوا في جاهليتهم : " لبيك لا شريك لك ، إلا شريكا هو لك ، تملكه وما ملك " . وهذه الشبهة هي التي اعتمدها المشركون في قديم الدهر وحديثه ، وجاءتهم الرسل صلوات الله وسلامه عليهم أجمعين ، بردها والنهي عنها ، والدعوة إلى إفراد العبادة لله وحده لا شريك له ، وأن هذا شيء اخترعه المشركون من عند أنفسهم ، لم يأذن الله فيه ولا رضي به ، بل أبغضه ونهى عنه

Qatadah, As-Saddi, dan Malik telah meriwayatkan dari Zaid ibnu Aslam dan Ibnu Zaid sehubungan dengan makna firman-Nya: melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. (Az-Zumar: 3) Yaitu agar sembahan-sembahan itu dapat menolong kami dan mendekat­kan kami kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala

Karena itulah mereka mengatakan dalam talbiyahnya bila melakukan ibadah haji di masa Jahiliah, "labbaika la syarikalaka illa syar'ikan huwa laka tamlikuhu wama malak.” (Kupenuhi seruan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu kecuali sekutu yang kepunyaan-Mu, Engkau memilikinya, sedangkan sekutu-sekutu itu tidak memiliki).

Kekeliruan semacam inilah yang sengaja dilakukan oleh orang-orang MUSYRIK di masa SILAM dan masa SEKARANG. Lalu datanglah kepada mereka para rasul yang menolak keyakinan seperti ini, melarangnya, serta menyeru mereka untuk memurnikan penyebaran hanya kepada Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Dan bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang dibuat-buat oleh orang-orang musyrik dari diri mereka sendiri. Allah tidak mengizinkan hal itu, tidak merestuinya, bahkan murka terhadapnya dan melarangnya. (Tafsir Ibnu Katsir).

Dan berkata Ibnu Katsir rahimahullah, 

وأخبر أن الملائكة التي في السماوات من المقربين وغيرهم ، كلهم عبيد خاضعون لله ، لا يشفعون عنده إلا بإذنه لمن ارتضى ، وليسوا عنده كالأمراء عند ملوكهم ، يشفعون عندهم بغير إذنهم فيما أحبه الملوك وأبوه ، { فلا تضربوا لله الأمثال } [ النحل : 74 ] ، تعالى الله عن ذلك .

Allah Subhanahu wa Ta'ala memberitahukan bahwa para malaikat yang ada di langit, yaitu para malaikat yang terdekat dan juga malaikat lainnya, semuanya ialah hamba-hamba Allah yang tunduk patuh kepada-Nya; mereka tidak mau meminta syafaat di sisi-Nya kecuali dengan seizin-Nya terhadap orang yang direstui-Nya. Para malaikat di sisi-Nya tidaklah seperti keadaan para amir di hadapan raja-raja mereka yang dapat memberikan syafaat (pertolongan) di sisi raja-raja mereka tanpa restu dari raja-raja mereka; raja mereka setuju ataukah tidak, syafaat tetap dilakukan. Maka janganlah kamu membuat perumpamaan-perumpamaan bagi Allah. (An-Nahl: 74).  (Tafsir Ibnu Katsir).

Ayat yang sering digunakan oleh orang-orang Khawarij untuk mengkafirkan kaum muslimin adalah ayat 44 dari surah Al Maidah, bukan surah Az-Zumar ayat 3.

Allah Ta'ala berfirman, 

وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ

Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allâh, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.  [Al-Mâidah : 44].

Makanya Ibnu Umar radhiyallahu anhu berkata tentang orang-orang khawarij,

وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يَرَاهُمْ شِرَارَ خَلْقِ الله عَزَّ وَجَلَّ، وَقَالَ: إِنَّهُمْ انْطَلَقُوا إِلَى آيَاتٍ نَزَلَتْ فِي الْكُفَّارِ فَجَعَلُوهَا عَلَى الْمُؤْمِنِينَ

‘Abdullâh bin ‘Umar  Radhiyallahu anhu memandang Khawarij sebagai sejelek-jelek makhluk Allâh Azza wa Jalla dan dia mengatakan, ‘Mereka beranjak menuju ayat-ayat tentang orang-orang kafir, lalu menerapkan pada orang-orang yang beriman “ [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari].

Maka tidak secara langsung, ini tuduhan dan fitnahan yang sangat keji kepada ulama-ulama ahlussunnah yang banyak membawakan dalil az zumar ayat 3 tentang perilaku kesyirikan dari zaman dahulu sampai sekarang di kitab-kitab mereka dan di ceramah-ceramah mereka sebagai orang-orang khawarij.

AFM

Copas dari berbagai sumber

Share:

Tidak ada komentar:

CLICK TV DAN RADIO DAKWAH

Murottal Al-Qur'an

Listen to Quran

Jadwal Sholat

jadwal-sholat

Translate

INSAN TV

POPULAR

Arsip Blog

Cari